Cara menentukan keyword SEO yang paling banyak di cari orang

Bayangkan Anda memiliki sebuah toko di tengah kota. Toko tersebut menjual produk berkualitas, pelayanannya ramah, dan harganya bersaing. Namun, toko itu berada di gang kecil tanpa papan nama. Akibatnya, hampir tidak ada orang yang datang.

Table of Contents

Kondisi yang sama sering terjadi pada sebuah website. Banyak pemilik bisnis sudah mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk membuat website, tetapi pengunjungnya sangat sedikit. Masalahnya bukan selalu pada desain website atau kualitas produk, melainkan karena website tersebut tidak menargetkan keyword yang benar-benar dicari oleh calon pelanggan.

Dalam dunia SEO (Search Engine Optimization), keyword adalah jembatan antara bisnis Anda dan orang-orang yang sedang mencari solusi di Google. Ketika seseorang mengetik “jasa pembuatan website Bukittinggi”, “rental mobil Medan”, atau “cara memasang Google Ads”, Google akan menampilkan halaman yang dianggap paling relevan dengan kata kunci tersebut.

Artinya, jika Anda memilih keyword yang salah, peluang website muncul di hasil pencarian akan jauh lebih kecil. Sebaliknya, ketika Anda menggunakan keyword yang tepat, website memiliki kesempatan memperoleh trafik organik secara konsisten tanpa harus terus-menerus mengeluarkan biaya iklan.

Sayangnya, masih banyak pemilik website yang memilih keyword berdasarkan perkiraan atau intuisi. Mereka menulis artikel dengan topik yang menurut mereka menarik, padahal belum tentu ada orang yang mencarinya.

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara menentukan keyword SEO yang banyak dicari orang menggunakan berbagai metode, mulai dari cara gratis hingga menggunakan tools profesional. Artikel ini juga akan membantu Anda memahami bagaimana memilih keyword yang bukan hanya menghasilkan trafik, tetapi juga berpotensi mendatangkan pelanggan.


Apa Itu Keyword SEO?

Keyword SEO adalah kata, frasa, atau kalimat yang diketik pengguna di mesin pencari seperti Google untuk menemukan informasi, produk, atau layanan tertentu.

Sebagai contoh, ketika seseorang mengetik:

Maka semua kalimat tersebut disebut sebagai keyword.

Namun, keyword bukan hanya sekadar kata yang memiliki volume pencarian tinggi. Dalam praktik SEO modern, keyword merupakan representasi dari kebutuhan pengguna. Google tidak lagi hanya mencocokkan kata yang sama persis, tetapi juga berusaha memahami maksud di balik pencarian tersebut (search intent).

Misalnya, seseorang yang mencari “cara membuat website” kemungkinan ingin belajar sendiri. Sementara pengguna yang mencari “jasa pembuatan website profesional” memiliki niat untuk menggunakan layanan. Meskipun sama-sama berkaitan dengan website, tujuan pencariannya sangat berbeda.

Inilah alasan mengapa pemilihan keyword menjadi langkah paling penting dalam strategi SEO.


Mengapa Keyword Sangat Penting dalam SEO?

Keyword menentukan siapa yang akan menemukan website Anda.

Bayangkan Anda memiliki jasa pembuatan website untuk UMKM. Jika seluruh artikel di website hanya membahas “website”, Google akan kesulitan memahami bahwa layanan Anda ditujukan bagi pemilik usaha kecil.

Sebaliknya, jika Anda membuat konten dengan keyword yang lebih spesifik seperti:

  • jasa pembuatan website UMKM
  • website toko online murah
  • website company profile
  • website untuk bisnis kecil

Google akan lebih mudah menghubungkan website Anda dengan calon pelanggan yang memiliki kebutuhan tersebut.

Selain membantu Google memahami isi halaman, keyword juga berpengaruh terhadap:

  • Jumlah trafik organik
  • Kualitas pengunjung
  • Tingkat konversi
  • Otoritas website
  • Peluang mendapatkan backlink
  • Keberhasilan strategi content marketing

Karena itu, riset keyword sebaiknya dilakukan sebelum menulis artikel, bukan setelah artikel selesai dibuat.


Memahami Search Intent Sebelum Memilih Keyword

Kesalahan terbesar dalam riset keyword adalah hanya melihat angka volume pencarian tanpa memahami alasan seseorang mengetik keyword tersebut.

Google saat ini mengutamakan search intent, yaitu tujuan sebenarnya di balik sebuah pencarian.

Secara umum, terdapat empat jenis search intent.

1. Informational Intent

Pengguna ingin memperoleh informasi atau belajar sesuatu.

Contohnya:

  • cara membuat website
  • apa itu SEO
  • belajar Google Ads
  • cara riset keyword

Konten yang paling sesuai biasanya berupa panduan, tutorial, atau artikel edukasi.


2. Navigational Intent

Pengguna sudah mengetahui tujuan yang ingin dikunjungi.

Misalnya:

Pada keyword seperti ini, pengguna tidak membutuhkan penjelasan panjang. Mereka ingin langsung menuju website tertentu.


3. Commercial Investigation

Pengguna sedang membandingkan beberapa pilihan sebelum membeli.

Contohnya:

Jenis keyword ini sangat baik untuk menghasilkan prospek karena calon pelanggan sudah berada pada tahap mempertimbangkan solusi.


4. Transactional Intent

Pengguna siap melakukan tindakan, seperti membeli produk atau menggunakan jasa.

Misalnya:

  • jasa SEO Bukittinggi
  • jasa pembuatan website Padang
  • konsultasi digital marketing
  • Google Ads agency Indonesia

Keyword dengan intent transaksional biasanya memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi dibandingkan keyword informasional.


Mengapa Search Intent Lebih Penting daripada Search Volume?

Banyak pemula beranggapan bahwa keyword dengan volume pencarian terbesar selalu menjadi pilihan terbaik. Padahal, belum tentu demikian.

Misalkan Anda memiliki bisnis jasa SEO.

Keyword “SEO” mungkin memiliki volume pencarian yang sangat tinggi, tetapi persaingannya juga sangat ketat dan tujuan pencarian pengguna sangat beragam. Ada yang ingin belajar, mencari definisi, mencari tools, hingga mencari jasa.

Sebaliknya, keyword seperti jasa SEO untuk UMKM mungkin memiliki volume pencarian lebih kecil, tetapi jauh lebih spesifik dan memiliki peluang konversi yang lebih tinggi karena pengguna sudah menunjukkan kebutuhan yang jelas.

Dalam banyak kasus, 100 pengunjung yang datang dari keyword dengan niat membeli dapat memberikan hasil bisnis yang lebih baik daripada 10.000 pengunjung yang hanya mencari informasi umum.

Insight Capcui

Di sinilah banyak bisnis melakukan kesalahan. Mereka mengejar keyword dengan volume terbesar, padahal tujuan utama SEO bukan hanya mendatangkan trafik, melainkan menghadirkan pengunjung yang berpotensi menjadi pelanggan.

Karena itu, saat melakukan riset keyword, jangan hanya bertanya:

“Keyword mana yang paling banyak dicari?”

Tetapi juga tanyakan:

“Keyword mana yang paling banyak dicari oleh calon pelanggan saya?”

Pertanyaan kedua inilah yang akan menjadi fondasi strategi SEO yang efektif dan menghasilkan ROI lebih baik.

 

Jenis-Jenis Keyword SEO yang Wajib Dipahami

Sebelum melakukan riset keyword, Anda perlu memahami bahwa tidak semua keyword memiliki fungsi yang sama. Ada keyword yang bertujuan meningkatkan traffic, ada yang mendatangkan calon pelanggan, dan ada pula yang efektif untuk membangun otoritas website.

Memahami jenis keyword akan membantu Anda menyusun strategi konten yang lebih tepat sasaran.


1. Short Tail Keyword

Short tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari 1–2 kata. Biasanya memiliki volume pencarian tinggi, tetapi persaingannya juga sangat ketat.

Contoh:

  • SEO
  • Website
  • Hosting
  • Google Ads
  • Laptop
  • Kamera

Kelebihan

  • Volume pencarian besar.
  • Cocok untuk membangun brand awareness.
  • Potensi trafik tinggi.

Kekurangan

  • Persaingan sangat tinggi.
  • Sulit menempati halaman pertama Google, terutama untuk website baru.
  • Search intent sering kali terlalu umum.

Sebagai contoh, seseorang yang mengetik “SEO” bisa saja ingin:

  • mengetahui pengertian SEO,
  • belajar SEO,
  • mencari tools SEO,
  • mencari jasa SEO,
  • atau bahkan mencari lowongan kerja SEO.

Karena maksud pencariannya sangat beragam, Google akan menampilkan berbagai jenis hasil.


2. Long Tail Keyword

Long tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari tiga kata atau lebih dan memiliki maksud pencarian yang lebih spesifik.

Contoh

  • jasa SEO untuk UMKM
  • cara membuat website toko online
  • harga Google Ads untuk bisnis kecil
  • rental mobil Bandara Minangkabau
  • jasa pembuatan website Bukittinggi

Long tail keyword biasanya memiliki volume pencarian lebih kecil dibandingkan short tail keyword, tetapi tingkat konversinya jauh lebih tinggi.

Misalnya:

Keyword A

SEO

Volume pencarian mungkin mencapai puluhan ribu per bulan.

Keyword B

jasa SEO Bukittinggi

Volume pencarian mungkin hanya puluhan atau ratusan pencarian per bulan.

Namun, orang yang mencari “jasa SEO Bukittinggi umumnya sudah memiliki kebutuhan yang jelas dan lebih dekat dengan keputusan untuk menggunakan jasa.

Insight Capcui

Untuk website baru, long tail keyword hampir selalu menjadi pilihan yang lebih efektif karena lebih mudah bersaing dan memiliki peluang konversi yang lebih baik.


3. Local Keyword

Jika bisnis Anda melayani area tertentu, local keyword sangat penting.

Contoh

  • jasa SEO Padang
  • jasa SEO Bukittinggi
  • rental mobil Medan
  • dokter gigi Pekanbaru
  • distributor kurma Bukittinggi

Google semakin mengutamakan hasil pencarian lokal, terutama ketika pengguna mencari layanan di sekitar lokasi mereka.

Bagi bisnis lokal, menggabungkan keyword dengan nama kota atau wilayah dapat meningkatkan peluang muncul di hasil pencarian lokal dan Google Maps.


4. Commercial Keyword

Keyword ini digunakan oleh pengguna yang sedang membandingkan produk atau layanan sebelum membeli.

Contoh:

  • jasa SEO terbaik
  • hosting terbaik Indonesia
  • Ahrefs vs SEMrush
  • WordPress atau Wix
  • Google Ads atau Meta Ads

Konten yang membahas perbandingan seperti ini sangat efektif untuk menarik calon pelanggan yang sedang berada di tahap evaluasi.


5. Transactional Keyword

Transactional keyword menunjukkan bahwa pengguna sudah siap melakukan tindakan, seperti membeli atau menggunakan jasa.

Contoh:

  • sewa Alphard Jakarta
  • jasa pembuatan website
  • beli domain murah
  • konsultasi SEO
  • agency Google Ads

Keyword ini sering memiliki volume pencarian lebih rendah dibandingkan keyword informasional, tetapi potensi menghasilkan penjualan jauh lebih tinggi.


6. Informational Keyword

Keyword informasional digunakan ketika pengguna ingin belajar atau memperoleh pengetahuan.

Contoh:

  • apa itu SEO
  • cara membuat website
  • cara kerja Google Ads
  • cara optimasi Google Business Profile

Jenis keyword ini sangat cocok untuk membangun topical authority, meningkatkan trafik organik, dan memperkenalkan calon pelanggan kepada brand Anda.


Cara Menentukan Keyword SEO yang Banyak Dicari Orang

Setelah memahami jenis-jenis keyword, langkah berikutnya adalah melakukan riset keyword secara sistematis.

Berikut adalah proses yang kami gunakan di Capcui ketika menyusun strategi SEO untuk klien.


Langkah 1. Tentukan Tujuan Bisnis Terlebih Dahulu

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah langsung membuka tools keyword research tanpa memahami tujuan bisnis.

Sebelum mencari keyword, jawab pertanyaan berikut:

  • Apa produk atau jasa yang ditawarkan?
  • Siapa target pelanggan?
  • Di wilayah mana bisnis beroperasi?
  • Masalah apa yang ingin diselesaikan pelanggan?

Misalnya, Capcui menyediakan layanan:

  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa SEO
  • Google Ads
  • Meta Ads
  • Google Business Profile
  • Local SEO

Maka keyword utama tidak boleh hanya berfokus pada kata “website”, tetapi juga harus mencakup berbagai kebutuhan calon pelanggan.

Contohnya:

  • jasa pembuatan website profesional
  • website untuk UMKM
  • jasa SEO Indonesia
  • jasa Google Ads
  • optimasi Google Maps bisnis
  • digital marketing untuk UMKM

Dengan cara ini, seluruh strategi konten akan lebih selaras dengan tujuan bisnis.

 

keyword SEO yang di cari orang


Langkah 2. Buat Daftar Seed Keyword

Seed keyword adalah kata kunci dasar yang menjadi titik awal riset.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki bisnis jasa SEO, seed keyword dapat berupa:

  • SEO
  • Keyword
  • Google
  • Website
  • Backlink
  • On Page SEO
  • Technical SEO
  • Local SEO
  • Search Console

Jika bisnis Anda adalah rental mobil, seed keyword bisa berupa:

  • rental mobil
  • sewa mobil
  • sopir
  • bandara
  • mobil harian
  • mobil bulanan

Dari seed keyword inilah Anda akan menemukan ratusan bahkan ribuan variasi keyword yang lebih spesifik.


Langkah 3. Gunakan Google Suggest

Google Suggest adalah salah satu cara paling sederhana dan gratis untuk menemukan keyword yang banyak dicari.

Caranya:

  1. Buka Google.
  2. Ketik sebagian keyword.
  3. Jangan tekan Enter.
  4. Perhatikan daftar saran yang muncul.

Sebagai contoh, ketika mengetik:

cara menentukan keyword…

Google akan menampilkan berbagai saran seperti:

  • cara menentukan keyword SEO
  • cara menentukan keyword Google Ads
  • cara menentukan keyword website
  • cara menentukan keyword YouTube

Saran-saran tersebut muncul karena banyak dicari oleh pengguna.

Tips Pro: Tambahkan huruf A sampai Z setelah keyword utama (misalnya “keyword SEO a”, “keyword SEO b”, dan seterusnya) untuk menemukan lebih banyak ide.


Langkah 4. Analisis “People Also Ask”

Setelah membuka hasil pencarian Google, Anda akan menemukan bagian “Orang juga bertanya” (People Also Ask).

Di sinilah Google menampilkan pertanyaan yang sering diajukan pengguna terkait topik yang sedang dicari.

Contohnya untuk topik keyword SEO:

  • Bagaimana cara memilih keyword?
  • Apa itu keyword difficulty?
  • Berapa volume pencarian yang bagus?
  • Apa perbedaan short tail dan long tail keyword?

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat berharga karena dapat dijadikan subjudul (H2 atau H3) dalam artikel. Dengan menjawabnya secara lengkap, peluang artikel muncul di berbagai pencarian terkait akan meningkat.


Langkah 5. Analisis Hasil Pencarian (SERP)

Sebelum memutuskan menggunakan sebuah keyword, lihat terlebih dahulu halaman pertama Google.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Apakah hasilnya didominasi artikel blog?
  • Apakah banyak halaman produk atau layanan?
  • Apakah muncul video YouTube?
  • Apakah ada forum seperti Reddit atau Quora?
  • Apakah terdapat Featured Snippet atau FAQ?

Dari sini Anda dapat memahami format konten yang dianggap paling relevan oleh Google untuk keyword tersebut.

Misalnya, jika halaman pertama didominasi panduan lengkap dan artikel edukasi, maka membuat halaman layanan singkat kemungkinan akan sulit bersaing.


Insight Capcui

Riset keyword yang baik bukan tentang menemukan keyword dengan volume pencarian terbesar, melainkan menemukan keyword yang:

  • sesuai dengan layanan bisnis,
  • memiliki search intent yang tepat,
  • tingkat persaingannya realistis,
  • dan mampu menghasilkan prospek berkualitas.

Inilah alasan mengapa kami selalu memulai strategi SEO dari pemahaman bisnis klien, baru kemudian melakukan riset keyword secara mendalam. Dengan pendekatan tersebut, konten yang dibuat tidak hanya berpotensi mendapatkan trafik organik, tetapi juga lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan bisnis.

 

 

Cara Mengetahui Keyword yang Banyak Dicari Orang Menggunakan Google Keyword Planner

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pemilik website adalah:

“Bagaimana cara mengetahui apakah sebuah keyword benar-benar dicari orang?”

Jawabannya bukan dengan menebak, melainkan menggunakan data.

Salah satu tools gratis terbaik yang disediakan Google adalah Google Keyword Planner. Meskipun awalnya dirancang untuk kebutuhan Google Ads, tools ini juga sangat bermanfaat untuk riset keyword SEO.

Dengan Google Keyword Planner, Anda dapat mengetahui:

  • Estimasi volume pencarian bulanan.
  • Tingkat persaingan keyword.
  • Variasi keyword yang relevan.
  • Tren pencarian.
  • Estimasi biaya per klik (CPC).

Informasi tersebut membantu Anda menentukan apakah sebuah keyword layak dijadikan target SEO.


Cara Menggunakan Google Keyword Planner

Langkah 1. Masuk ke Google Ads

Login ke akun Google Ads menggunakan akun Gmail Anda.

Jika belum pernah membuat kampanye iklan, Anda tetap dapat mengakses Keyword Planner setelah menyelesaikan proses pembuatan akun.


Langkah 2. Buka Menu Keyword Planner

Pilih menu:

Tools → Planning → Keyword Planner

Di dalamnya terdapat dua fitur utama:

  • Discover New Keywords
  • Get Search Volume and Forecast

Untuk kebutuhan SEO, fitur Discover New Keywords adalah yang paling sering digunakan.


Langkah 3. Masukkan Seed Keyword

Sebagai contoh, jika Anda memiliki bisnis jasa SEO, masukkan keyword seperti:

  • SEO
  • Jasa SEO
  • Website
  • Google Ads

Google akan menghasilkan ratusan hingga ribuan keyword yang masih berkaitan.

Contohnya:

Keyword Contoh Intent
jasa SEO Transactional
SEO untuk UMKM Commercial Investigation
belajar SEO Informational
cara riset keyword Informational
SEO website Informational

Dari satu keyword saja, Anda bisa mendapatkan banyak ide konten baru.


Memahami Data yang Ditampilkan

Banyak pemula hanya melihat angka volume pencarian. Padahal, ada beberapa metrik penting yang perlu dipahami.


1. Average Monthly Searches

Ini menunjukkan estimasi jumlah pencarian rata-rata setiap bulan.

Contoh:

Keyword Volume
SEO 27.000
Jasa SEO 2.900
SEO UMKM 250
SEO Website 1.300

Semakin tinggi volumenya, semakin banyak orang yang mencari keyword tersebut.

Namun, volume besar tidak selalu berarti keyword tersebut adalah pilihan terbaik.


2. Competition

Competition menunjukkan tingkat persaingan di Google Ads, bukan persaingan SEO secara langsung.

Meskipun demikian, data ini tetap berguna sebagai indikator apakah keyword tersebut memiliki nilai komersial.

Keyword dengan competition tinggi biasanya menunjukkan bahwa banyak pengiklan bersedia membayar untuk tampil pada keyword tersebut. Ini sering menjadi sinyal bahwa keyword tersebut berpotensi menghasilkan penjualan.


3. Top of Page Bid (CPC)

Cost Per Click (CPC) menunjukkan perkiraan biaya yang dibayar pengiklan ketika seseorang mengklik iklan mereka.

Sebagai ilustrasi:

Keyword CPC
Cara membuat website Rendah
Jasa pembuatan website Tinggi

Mengapa demikian?

Karena orang yang mencari “cara membuat website” umumnya ingin belajar sendiri.

Sebaliknya, orang yang mencari “jasa pembuatan website” biasanya sudah siap menggunakan layanan.

Semakin tinggi nilai CPC, umumnya semakin tinggi pula nilai bisnis dari keyword tersebut.


Jangan Terjebak Volume Pencarian

Kesalahan yang paling sering dilakukan pemula adalah mengejar keyword dengan volume terbesar.

Sebagai contoh:

Keyword Volume
Website Sangat tinggi
Jasa Website UMKM Lebih rendah

Jika Anda menjual jasa pembuatan website untuk UMKM, keyword kedua jauh lebih relevan.

Mengapa?

Karena orang yang mencari “website” bisa saja:

  • mencari template,
  • mencari definisi,
  • mencari contoh desain,
  • mencari hosting,
  • bahkan mencari lowongan kerja web developer.

Sementara orang yang mencari “jasa website UMKM” memiliki kebutuhan yang jauh lebih spesifik.

Dalam SEO, relevansi hampir selalu lebih penting daripada volume pencarian.


Google Keyword Planner menunjukkan rata-rata volume pencarian.

Namun, bagaimana jika Anda ingin mengetahui apakah sebuah keyword sedang naik daun atau justru mulai ditinggalkan?

Di sinilah peran Google Trends.

Google Trends memperlihatkan perubahan minat pencarian dari waktu ke waktu, sehingga Anda dapat mengidentifikasi momentum terbaik untuk membuat konten.

Misalnya, pencarian terkait “THR”, “parcel Lebaran”, atau “mudik” akan meningkat menjelang Hari Raya, sedangkan “PPDB” akan melonjak saat musim penerimaan siswa baru.

Dengan memahami tren ini, Anda dapat menerbitkan artikel sebelum puncak pencarian terjadi sehingga peluang mendapatkan trafik lebih besar.


Google Trends membantu Anda untuk:

  • Melihat apakah suatu keyword sedang meningkat atau menurun.
  • Membandingkan beberapa keyword sekaligus.
  • Mengetahui wilayah dengan minat pencarian tertinggi.
  • Mengidentifikasi topik yang sedang berkembang (rising queries).

Data ini sangat berguna ketika Anda ingin merencanakan kalender konten atau kampanye pemasaran.


Contoh Penggunaan

Misalnya Anda memiliki bisnis jasa digital marketing dan ingin membuat artikel tentang Google Ads.

Anda dapat membandingkan beberapa keyword seperti:

  • Google Ads
  • Meta Ads
  • TikTok Ads

Hasilnya akan memberikan gambaran keyword mana yang paling banyak diminati dalam periode tertentu. Informasi ini membantu Anda menentukan prioritas konten berdasarkan minat pasar.


Cara Memilih Keyword yang Tepat Berdasarkan Data

Setelah memperoleh berbagai ide keyword dari Google Keyword Planner dan Google Trends, langkah selanjutnya adalah menyaringnya.

Jangan langsung memilih keyword dengan volume terbesar. Gunakan beberapa kriteria berikut sebagai panduan:

1. Relevan dengan bisnis

Pastikan keyword benar-benar berkaitan dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan.

2. Sesuai dengan search intent

Pahami tujuan pengguna saat mengetik keyword tersebut. Apakah mereka ingin belajar, membandingkan, atau siap membeli?

3. Tingkat persaingan realistis

Website yang masih baru sebaiknya memulai dari keyword yang lebih spesifik agar peluang masuk halaman pertama Google lebih besar.

4. Memiliki nilai bisnis

Prioritaskan keyword yang berpotensi menghasilkan prospek atau penjualan, bukan hanya trafik.


Insight Capcui

Dalam pengalaman kami menangani berbagai proyek SEO, keyword dengan volume pencarian terbesar bukan selalu keyword yang menghasilkan omzet terbesar.

Sebagai contoh, sebuah artikel dengan 300 pengunjung per bulan tetapi menargetkan keyword yang memiliki niat membeli sering kali mampu menghasilkan lebih banyak prospek dibanding artikel dengan ribuan pengunjung yang hanya bersifat informasional.

Karena itu, saat melakukan riset keyword, selalu tanyakan:

  • Apakah keyword ini relevan dengan bisnis saya?
  • Apakah orang yang mencarinya berpotensi menjadi pelanggan?
  • Apakah saya mampu membuat konten yang lebih baik daripada kompetitor?

Jika jawabannya ya, maka keyword tersebut layak menjadi prioritas.

 

Cara Menggunakan Ahrefs untuk Menemukan Keyword yang Mudah Diranking

Jika Google Keyword Planner berfungsi untuk mengetahui volume pencarian, maka Ahrefs membantu Anda menganalisis tingkat kesulitan keyword dan peluang untuk bersaing di hasil pencarian.

Ahrefs merupakan salah satu tools SEO yang banyak digunakan oleh praktisi karena menyediakan data yang lebih lengkap, seperti:

  • Keyword Difficulty (KD)
  • Search Volume
  • Traffic Potential
  • Clicks
  • Global Volume
  • Parent Topic
  • SERP Overview
  • Backlink Competitor
  • Top Ranking Pages

Dengan data tersebut, Anda dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan perkiraan.


Langkah Menggunakan Ahrefs Keyword Explorer

Masukkan keyword utama, misalnya:

cara menentukan keyword SEO

Setelah itu Ahrefs akan menampilkan berbagai informasi penting.

Mari kita bahas satu per satu.


1. Search Volume

Search Volume menunjukkan estimasi jumlah pencarian setiap bulan.

Namun perlu diingat, angka ini adalah estimasi, bukan jumlah pasti.

Misalnya:

Keyword Volume
SEO Tinggi
Cara menentukan keyword SEO Menengah
Keyword SEO untuk UMKM Rendah

Banyak orang langsung memilih keyword pertama.

Padahal itu belum tentu keputusan terbaik.


2. Keyword Difficulty (KD)

Ini adalah metrik yang menunjukkan tingkat kesulitan untuk masuk halaman pertama Google.

Semakin tinggi KD, semakin sulit bersaing.

Sebagai ilustrasi:

KD Tingkat Kesulitan
0–10 Sangat mudah
11–20 Mudah
21–40 Sedang
41–60 Sulit
60+ Sangat sulit

Website baru sebaiknya fokus pada keyword dengan tingkat kesulitan rendah hingga menengah agar peluang memperoleh peringkat lebih besar.


Jangan Terjebak pada Keyword Difficulty

Banyak orang menghindari keyword dengan KD tinggi.

Padahal Google tidak pernah menggunakan skor KD dari Ahrefs sebagai faktor peringkat.

KD hanyalah indikator yang dibuat oleh Ahrefs berdasarkan profil backlink halaman-halaman yang sudah berada di peringkat atas.

Artinya, skor ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Dalam praktik SEO, ada banyak contoh halaman yang mampu mengalahkan keyword dengan KD tinggi karena memiliki:

  • konten lebih lengkap,
  • struktur yang lebih baik,
  • pengalaman pengguna yang lebih baik,
  • otoritas website yang kuat,
  • dan memenuhi search intent dengan lebih tepat.

3. Traffic Potential

Inilah salah satu metrik yang sering diabaikan oleh pemula.

Traffic Potential menunjukkan potensi trafik yang dapat diperoleh jika halaman berhasil menempati posisi teratas untuk suatu topik.

Mengapa penting?

Karena satu artikel biasanya tidak hanya mendapatkan trafik dari satu keyword.

Sebagai contoh, artikel tentang:

Cara Menentukan Keyword SEO

bisa saja memperoleh trafik dari berbagai variasi keyword seperti:

  • cara mencari keyword SEO
  • keyword research
  • riset keyword Google
  • keyword website
  • keyword SEO gratis
  • cara mengetahui keyword Google
  • tools keyword research
  • dan puluhan variasi lainnya.

Akibatnya, total trafik yang diperoleh sering kali jauh lebih besar daripada volume keyword utama.

Inilah alasan mengapa Anda tidak boleh hanya fokus pada satu keyword.


Parent Topic

Ahrefs juga menampilkan Parent Topic, yaitu topik utama yang mencakup berbagai keyword turunan.

Sebagai contoh:

Keyword:

cara menentukan keyword SEO

Parent Topic bisa saja berupa:

keyword research

Artinya, Google menganggap kedua keyword tersebut masih berada dalam satu pembahasan yang sama.

Ini menjadi petunjuk bahwa satu artikel komprehensif dapat menjawab banyak variasi pencarian sekaligus.


Cara Menggunakan Google Search Console untuk Menemukan Hidden Keyword

Inilah teknik yang paling sering kami gunakan ketika mengoptimasi website klien.

Google Search Console bukan hanya alat untuk memantau performa website, tetapi juga sumber data nyata mengenai bagaimana pengguna menemukan situs Anda.

Banyak pemilik website hanya memeriksa jumlah klik dan impresi. Padahal, data keyword di dalamnya menyimpan peluang yang sangat besar.


Apa Itu Hidden Keyword?

Hidden keyword adalah kata kunci yang:

  • sudah memunculkan website Anda di hasil pencarian,
  • tetapi belum berada di posisi atas,
  • sehingga belum menghasilkan banyak klik.

Misalnya:

Keyword Posisi Klik
jasa SEO Sumatera Barat 11 2
jasa SEO Bukittinggi 9 10
SEO UMKM 14 1

Keyword-keyword tersebut menunjukkan bahwa Google sudah memahami relevansi website Anda, tetapi kontennya masih perlu diperkuat agar dapat naik ke halaman pertama.

Sering kali, mengoptimalkan keyword yang sudah memiliki impresi akan memberikan hasil lebih cepat dibandingkan membuat artikel baru dari nol.


Cara Menemukan Peluang di Google Search Console

Masuk ke menu Performance lalu aktifkan metrik:

  • Clicks
  • Impressions
  • Average Position
  • CTR

Kemudian urutkan data berdasarkan impresi tertinggi.

Fokuslah pada keyword dengan karakteristik berikut:

  • Posisi rata-rata 8–20.
  • Impresi tinggi.
  • CTR rendah.

Keyword seperti ini merupakan peluang besar untuk dioptimalkan melalui pembaruan konten, penambahan informasi, atau peningkatan kualitas halaman.


Cara Menganalisis Keyword Kompetitor

SEO bukan hanya tentang website Anda, tetapi juga tentang memahami siapa yang sudah berhasil di halaman pertama Google.

Saat menemukan keyword yang menarik, lakukan analisis terhadap 10 hasil teratas.

Perhatikan beberapa hal berikut:

1. Panjang Artikel

Apakah rata-rata artikel memiliki 1.000 kata atau 4.000 kata?

Ini memberi gambaran seberapa mendalam pembahasan yang dianggap memadai oleh Google.

2. Struktur Konten

Perhatikan penggunaan H2 dan H3, apakah mereka membahas seluruh aspek topik atau masih ada celah yang bisa Anda lengkapi.

3. Media Pendukung

Apakah artikel menggunakan gambar, tabel, infografik, video, atau studi kasus?

Konten visual sering kali meningkatkan pengalaman pengguna dan membantu menjelaskan konsep yang kompleks.

4. Kualitas Informasi

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah artikel tersebut sudah menjawab semua pertanyaan pengguna?
  • Adakah data yang sudah usang?
  • Apakah masih ada pembahasan penting yang belum disertakan?

Jika Anda dapat menyusun konten yang lebih lengkap, lebih akurat, dan lebih mudah dipahami, peluang untuk bersaing akan semakin besar.


Jangan Menyalin Kompetitor

Analisis kompetitor bukan berarti meniru isi artikel mereka.

Gunakan hasil analisis untuk menemukan content gap, yaitu informasi yang belum dibahas secara memadai.

Misalnya, jika semua artikel hanya menjelaskan cara menggunakan Google Keyword Planner, Anda dapat menambahkan:

  • studi kasus nyata,
  • contoh keyword berdasarkan jenis bisnis,
  • strategi memilih keyword berdasarkan tujuan pemasaran,
  • kesalahan yang sering dilakukan,
  • serta cara mengukur keberhasilan riset keyword.

Konten yang memberikan nilai tambah seperti ini lebih berpotensi mendapatkan perhatian pengguna maupun Google.


Insight Capcui: Berhenti Mengejar Satu Keyword

Salah satu kesalahan terbesar dalam SEO adalah membuat satu artikel hanya untuk satu keyword.

Google modern bekerja berdasarkan topik, bukan sekadar kecocokan kata.

Misalnya, artikel ini tidak hanya relevan untuk keyword:

cara menentukan keyword SEO yang banyak dicari orang

Tetapi juga dapat menjawab berbagai pencarian lain, seperti:

  • cara riset keyword SEO
  • keyword research untuk pemula
  • tools keyword research gratis
  • cara mencari keyword Google
  • keyword SEO untuk website
  • cara memilih keyword yang tepat
  • search volume keyword
  • keyword difficulty
  • cara mengetahui keyword yang banyak dicari
  • riset keyword bisnis lokal
  • dan masih banyak lagi.

Semakin lengkap cakupan pembahasan dalam satu topik, semakin besar peluang artikel mendapatkan trafik dari ratusan variasi keyword yang relevan.

 

 

 

 

 

Share Article

Tinggalkan Balasan

Update tentang Capcui